Lagi iseng baca-baca artikel, eh ada artikel yang pas buat anak sekolah dan anak kuliahan. Artikelnya tentang Mempunyai Rumah Pada Saat Lulus Kuliah. Yuk simak Artikelnya di bawah ini.

Jakarta – Tahun ajaran baru akan datang dua bulan kedepan, calon mahasiswa dan orang tua tentu sudah mulai sibuk merencanakan universitas yang akan dipilihnya kelak, sebagian diantara mereka bahkan telah mendapatkannya.

Hitung-hitungan biaya pun tentu sudah dilakukan, sumber dana terus dipersiapkan atau mungkin sebagian bahkan ada yang seluruh dana telah tersedia.

Pada artikel kali ini kami ingin memberikan masukan kepada calon mahasiswa yang akan mulai melaksanakan perkuliahannya dalam waktu yang dekat, memang benar bahwa tujuan akhir perkuliahan adalah menyelesaikan strata pendidikan mulai dari D3 hingga S1 kemudian dapat dilanjutkan dengan strata berikut yakni S2 (program Master), S3 (program Doctor) dan seterusnya.

Sejalan dengan program pendidikan, ada sesuatu yang mutlak yang juga harus direncanakan dan wajib dilaksanakan oleh mahasiswa yaitu sebuah program dasar untuk memulai membangun kekayaan melalui perencanaan pembelian rumah atau properti.

Mengapa ini menjadi penting? Fakta yang ada banyak sekali mereka yang telah menjadi sarjana tidak mampu untuk membeli rumah, bertahun-tahun mereka menempati ‘Taman Mertua Indah’ bahkan ironisnya banyak diantara mereka yang jangankan untuk membeli rumah, bekerja-pun masih belum jelas, tidak tertutup mereka masuk kedalam katagori pengangguran terselubung.

Bagaimana mengatasi kondisi ini? Perlu diketahui bahwa perjalanan perkuliahan yang menempuh waktu relatif singkat & sedang tidak terlalu panjang (3 s/d 4 tahun, untuk S1) jika disiasati akan menghasilkan pertumbuhan aset keuangan yang baik.

Bagaimana caranya? Berikut adalah 5 langkah sederhana yang dapat dipertimbangkan oleh mereka calon mahasiswa, jika ini dilakukan maka dapat dipastikan bahwa potensi untuk membeli rumah dengan cara KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dikemudian hari adalah cukup besar:

1. Mulai dari diri sendiri: layaknya belajar, tidak ada yang dapat mengatur hasil secara optimal selain diri kita sendiri, ilmu perencanaan keuangan juga demikian. Mulailah melakukan alokasi belanja dan pisahkan antara kebutuhan perkuliahan dan kebutuhan non perkuliahan.

Untuk sementara waktu tempatkan pos belanja yang hanya mementingkan keinginan (bukan kebutuhan) dengan porsi yang kecil, prioritaskan pos belanja dengan porsi yang besar pada kebutuhan (perkuliahan & non perkuliahan, investasi untuk membeli properti termasuk di dalamnya).

2. Mulai mencari penghasilan tambahan: tugas utama mahasiswa adalah belajar, namun alangkah bijaknya jika mau untuk belajar menjadi pekerja paruh waktu dan atau berwirausaha. Porsi bekerja tidak boleh menyita waktu yang besar, kewajiban utama untuk belajar adalah tetap merupakan prioritas.

3. Mulai melakukan perhitungan nilai masa depan (future value): kondisi saat ini tentu berbeda dengan kondisi mendatang yang pasti biaya akan meningkat tidak pernah menurun, termasuk biaya untuk membeli sebuah rumah.

4. Mulai merencanaan pembelian: alangkah baiknya perencanaan pembelian rumah dilakukan sedini mungkin, diusahakan ketika anda sudah mulai bekerja dan mendapatkan penghasilan (income) atau selambatnya 5 tahun setelah bekerja atau setelah lulus S1 (mana yang lebih cepat).

5. Mulai melakukan investasi: agar pembelian rumah dapat terealisasi sesuai rencana maka diharuskan untuk melakukan investasi. Instrumen investasi yang dapat dipakai adalah reksa dana yaitu dengan target return berturut-turut selama 4, 5 dan 6 tahun adalah minimal sebesar 14%, 18% dan 20%.

Untuk mendapatkan target return seperti diatas maka disarankan agar menggunakan kombinasi Reksa Dana Campuran (RDC) dan Reksa Dana Saham (RDS) dengan rasio RDC:RDS adalah 60:40, 40:60 dan 20:80 berturut-turut untuk jangka waktu 4, 5, 6 dan diatasnya. Dalam melakukan investasi Reksa Dana ada hal yang terpenting namun sering dilupakan oleh investor yaitu melakukan pemantauan (monitoring) minimal selama 3 bulan sekali.

Pertanyaan berikut adalah berapa jumlah investasi yang harus saya lakukan?, untuk menjawabnya silahkan lihat contoh tabel berikut:

Harga Rumah (kelak) Uang Mula Nilai Uang Muka (kelak) Waktu tersedia Investasi awal agar uang muka tercapai Target Return
Rp 350 Juta 20% Rp 70 Juta 4 Thn Rp 1.083.545 14%
Rp 400 Juta 20% Rp 80 Juta 5 Thn Rp 819.186 18%
Rp 450 Juta 20% Rp 90 Juta 6 Thn Rp 645.004 20%
Rp 500 Juta 20% Rp 100 Juta 7 Thn Rp 544.872 20%
Rp 600 Juta 20% Rp 120 Juta 9 Thn Rp 396.571 20%

Terlihat bahwa kisaran penghematan anggaran yang harus dilakukan per hari adalah antara Rp 13.500,- hingga Rp 36.500,-. Ini tentu memerlukan ‘effort’ yang besar agar tujuan memiliki rumah (meski dengan cara KPR) dapat tercapai.

Pembaca yang bijak uang hasil ‘penghematan’ tadi dapat anda simpan dalam tabungan, selanjutnya anda investasikan di dalam reksa dana secara otomatis setiap bulannya. Mekanisme investasi ini tentu hanya dapat dilakukan dengan instruksi khusus dari anda sebagai pemegang rekening kepada Bank yang sudah menjadi anggota Agen Penjual Reksa Dana dan tentu harus sudah terdaftar di Bapepam.

Mengapa demikian? Ini semata-mata untuk menghidari resiko atas investasi yang tidak bertanggung jawab yang pernah dilakukan oleh pihak perbankan, seperti pada kasus Bank Century dan beberapa kasus perbankan sebelumnya.

Khusus bagi anda yang ingin melakukan simulasi investasi mengenai rencana pembelian rumah beserta perhitungan lain yang terkait dengan kredit perumahan, silahkan anda kirim email kepada kami di alamat artikel@efiplan.com maka dengan senang hati akan kami kirimkan simulasi gratis versi Microsoft excel 2007 kepada anda.

Demikian pembaca yang bijak, bagi anda calon mahasiswa silahkan lakukan investasi dengan benar dan tekun maka niscaya pertumbuhan aset anda akan meningkat, selamat mencoba.

luthfinov09@student.ipb.ac.id

Bogor Agricultral University

IPB Badge

Peralatan atau mesin yang terpasang dalam sebuah komputer, yang berfungsi untuk menjalankan tugas-tugas tertentu disebut hardware. Beberapa komponen utama hardware yang wajib ada didalam sebuah komputer adalah:


- Mainboard atau Motherboard
- Microprocessor
- Video Graphic Adapter atau VGA card
- Kepingan/chip memori atau Random Access Memory (RAM)
- Hard disk
- Floppy disk drive
- CD-ROM drive
- Power supply

Semua komponen diatas akan dipasang dalam sebuah tempat yang disebut casing, atau umum disebut kotak CPU (Central Processing Unit), walaupun sebutan ini adalah keliru. Untuk dapat melihat kerja komputer anda, dibutuhkan sebuah monitor, yang amat mirip dengan sebuah televisi. Hardware yang berada diluar casing dan dihubungkan melalui kabel ke komputer ini disebut peripheral.

Disamping sejumlah hardware utama maka terdapat sejumlah hardware tambahan yang boleh dipasang dan boleh juga tidak, tergantung kebutuhan user. Misalnya:

- Modem, internal atau external
- Network Interface Card (NIC)*
- Sound card*
- MPEG card*

*Pada umumnya mainboard desktop masa kini sudah dilengkapi ketiganya secara on-board/sudah terpasang, jadi tidak perlu menambah card lagi. Sedangkan modem biasanya sudah on-board pada PC laptop/notebook dan palmtop/PDA.

Kontak :

email : luthfinov09@student.ipb.ac.id

IPB Badge

Daya Tampung 120-140 mahasiswa

Tujuan Pendidikan

Menghasilkan tenaga ahli madya dalam bidang teknologi komputer untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri, mampu berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja.

Kompetensi

  • Memiliki kemampuan untuk memahami skema dan arsitektur hardware komputer
  • Memiliki kemampuan dalam membuat disain topologi sistem jaringan komputer.
  • Memiliki kemampuan membangun sistem jaringan komputer dan terampil dalam pemeliharaan piranti komputer.

Lapangan Pekerjaan

Dapat bekerja di bidang-bidang yang berkaitan dengan teknologi komputer seperti di industri, lembaga-lembaga penelitian dan pendidikan serta dapat pula berwirausaha.

Syarat : SMU/MAN (IPA), SMK (Mesin, Elektro, Listrik, Informatika, Grafika).

Matakuliah Ciri Keahlian


Sistem Operasi Mikrokomputer
Sistem Operasi Jaringan Komputer
Arsitektur dan Organisasi Komputer
Rangkaian Digital
Komputer Multimedia
Teknik Hiperteks
Mikroprosessor
Instalasi Jaringan Komputer
Teknologi Nirkabel
Perawatan Komputer

Kontak

Direktorat Program Diploma Institut Pertanian Bogor

Jl. Kumbang No. 14 Bogor 16151

+62251-8329101 +62251-8329101

informasi@diplomaipb.net informasi@diplomaipb.net

Informasi Lebih Lanjut kunjungi

http://diploma.ipb.ac.id/indonesia/index.php?option=com_content&view=section&id=15&Itemid=65